Minggu, 27 Maret 2011

Bukit Ko’ong Part 2 With Video ( The Hill of Huge Bat)

video 
 VIDEO AMATIR

Petualangan bukit ko’ong ini sebenarnya sudah dilakukan dua kali, kali ini di episode kedua (kayak sinetron aja) pengambilan moment penting serta menakjubkan lebih banyak ketimbang dengan petualangan bukit Ko’ong yang pertama. Salah satunya adalah pemandangan senja hari yang sangat menakjubkan yaitu keluarnya kelelawar-kelelawar bukit Ko’ong yang terkenal dengan ukurannya yang cukup besar dan saya sempat merekamnya dengan camdig milik teman….hahaha.

Saya-Ilham
Pagi, di daerah Tanah Wulan, Maesan, tepatnya dirumahnya Hendra kami, Saya, Derry, Ilham, Apek, dan Sanhaji berkemas untuk melakukan perjalanan menuju bukit Ko’ong, berbagai barang kami persiapkan mulai dari kayu bakar, logistic, mie instan, kopi, camilan dll. Tujuan kami sebenarnya adalah tak lain dan tak bukan hanya berkemping saja kami mencari tempat Bukit Ko’ong karena di sana terkenal dengan pemandangannya yang indah dan tak heran kami sudah melakukannya dua kali. So, kami berangkat dengan “nebeng” cevrolet yang lagi mondar-mandir (hemat tenaga bro) setelah beberapa menit kami sampai di kaki bukit ko’ong nuansa hijau menyambut kami udara yang segar menambah semangat kami untuk mendaki ( setelah itu payah coy! Cuapek soro…). Pendakian tidak selalu berjalan lancar dikarenakan salah memilih jalan, sebenernya sudah ada jalannya menuju ke puncak tapi teman kami yang bernama Ilham sok tahu dan mencari jalan pintas. Akhirnya kami harus kembali kebawah dan mencari jalan yang benar, akibatnya sampai magrib kami belum sampai di puncak. Nah, pada waktu ini saat kami istirahat tiba-tiba ada sesuatu yang membuat kami terkejut….kelelawar raksasa bukit ko’ong keluar, langsung aja saya mengambil camdig dan merekamnya. Sungguh menakjubkan.


Saya
Saya-apek-derry


Sekitaran jam 7 malam akhirnya kami sampai di puncak dengan keadaan “gembel” capek dan lesu. Kopi adalah minuman yang menemani kami di puncak sambil melihat pemandangan kota maesan yang gemerlap dengan lampu-lampunya. Sedikit mie cukup mengganjal perut kami di malam itu sebelum tidur. Nah bodohnya lagi kita tidak membawa tenda untuk tidur…terpaksa deh tidur dengan alas matras…dingin, nyamuk merajalela….membuat kami tidak bias tidur semaleman. Terpaksa deh begadang sambil ngopi-ngopi dan ngobrol-ngobrol. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat mentari menyambut kami dari balik gunung Raung di sebelah timur.


Cahayanya yang orange membuat kami segar kembali . langsung saja kami membuat sarapan pagi yaitu mie instan. Perjuangan membuat mie saja butuh waktu berjam-jam ternyata tidak mudah untuk membuat api. Setelah itu akhirnya selesai sudah perjuangan kami membuat sarapan pagi, kami makan dengan lahapnya bagai glandangan…
Setelah selesai makan kami langsung persiapan untuk pulang. Jalan yang menurun membuat kami sampai lebih cepat ke kaki bukit. Dan disambut dengan sungai yang menjajakan airnya yang sejuk. Seperti biasa kami “nebeng” lagi cevrolet yang lagi lewat…setelah mengambil motor di rumah Hendra kami pun pulang kerumah masing-masing di Bondowoso

TAMAT

0 komentar :

Poskan Komentar

FOLLOW INSTAGRAM

Instagram

About me

Foto Saya
Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Hanya seorang insan yang gemar bertualang, dan ingin berbagi cerita tentang pengalaman indahnya menjelajahi pelosok negeri ini

Entri Populer