Rabu, 27 April 2011

Journey To The Ijen Crater


Lintang-Dadika-Dinda-Derry-Ilham-Saya-Ipung (yang jepret foto)

 
Minggu  tanggal 17 April 2011, awal liburan kami dimana kakak kelas lagi UAN kita seneng-seneng hahahaha….
Rencana liburan ke kawah ijen sebenarnya udah lama diinginkan tetapi baru liburan kali ini kami bisa kesana. Dengan persiapan yang cukup matang mulai logistic, tenda, peralatan masak, dan lain-lain sudah kami siapkan jauh-jauh hari. Berbagai promo kepada teman-teman tentang rencana liburan ke kawah ijen sudah tersebar akhirnya terkumpul lah kami ber tujuh (aslinya 8, erlangga lagi nylawat :D) yaitu, Saya, Derry, Ilham, Ipung, Dadika, Lintang, dan Dinda.
            Minggu pagi sekitar jam 8 pagi kami kumpul di terminal Bondowoso. Di sini merupakan awal kepayahan kami, tantangan pertama adalah menunggu angkutan umum yang menuju Sempol. Berjam-jam kami menunggu… hampir 5 jam! muka yang tadi segar berubah pucat karena menunggu angkutan, terutama saya yang sudah dari kemarin-kemarin sakit dan tambah berlipat-lipat karena ini semua..(lebay). Akhirnya setelah sabar menanti.. mobil mini bus “GOD BLESS” bersiap untuk berangkat. Langsunglah kami memasukan tas-tas begitu pula dengan penumpang lain memasukkan barang-barang mereka seperti telor,taho, elpiji 3 kg, kardus makanan, beras, bensin, semuanya nyampur di dalam mobil sampai sumpek pek..pek…apek..
            Mobil pun berjalan tanpa kendala. Tetapi sampai di daerah sukosari ke atas jalanan sudah mulai menunjukan “kemulusannya” sangking mulusnya sampek kayak susu kocok. Barang-barang dan orang di dalam mobil berguncang senggol-senggolan. Sampai-sampai tahu dan elpiji di depan saya jatuh dan tumpah! Sial!
AFDELING SEMPOL, setelah berjam-jam “ber joget ria” di dalem mobil akhirnya sampai di kota sempol. Keadaan saya tambah buruk karena tumpahan taho. Sementara teman-teman foto-fotoan di belakang, Belum lagi jarak dari penginapan kami di Kali Gedang terbilang cukup jauh. Yasudah lah, kami bersabar saja. Magrib kami baru nyampek di Kali Gedang. 
lagi kena Hipotermia
Keadaan saya sempoyongan kaget kena udara dingin sana meski sudah di penjemi jaketnya Dadika tetep aja dingin campur greges. Akhirnya baru nyampek di rumah saudaranya ilham saya langsung dirawat sama temen-temen katanya sih Hipotermia. Selimut hangat, penghangat instan, teh anget, obat, minuman semacam arak (tapi buat kesehatan katanya e..) di berikan semua dan  alhasil sembuh setelah beberapa jam meski agak lemes. 



My Kerokan By Dinda
kegiatan selanjutnya semuanya pada kerokan biar tidak masuk angin. Termasuk saya juga di kerokin sama dinda spesialis kerok dadakan. Manteb, habis di kerok semuanya seger kembali…malem itu kami mengadakan sharing bersama tentang rahasia masing-masing tetapi saya tidur untuk nyimpen tenaga buat besok, hahaha..







Senin, 18 April 2011..
The Gubis Express

Pagi yang dingin sekitaran jam 5 pagi kami packing barang-brang persiapan muncak ke kawah. Udara serasa sangat dingin sampai-sampai ngomong saja layaknya orang eropa. Berasap tanpa rokok. Setelah selesai langsunglah kami menunggu angkutan pengangkut gubis yang rencananya akan mengantarkan kami. Tak lama menunggu akhirnya datang, langsung deh kami naik. Di perjalanan, muka ceria kami terpancarkan seolah-olah tak tahu hal buruk yang akan terjadi di depan. Gending Waluh, didaerah perkebunan kopi itulah penderitaan kami yang kedua. Mobil Gubis itu memberhentikan kami di situ. mereka bilang “jalan trus sudah dekat tinggal beberapa kilo lagi”. Berjam-jam kami berjalan, capek coy, ternyata juaaaauh sekali…sampai-sampai penyakit gunung kami kumat mesoh-mesoh sepanjang perjalanan. Tetapi air terjun meredam patah semangat kami. Air hijau yang terjun dari tebing-tebing yang indah cukup membuat kami untuk beristirahat sebentar. 
Disana kami bertemu anak P.A lain dari Banyuwangi yang juga beristirahat. SALAM LESTARI!!. Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan panjang kami menuju Pal Tuding.
            Akhirnya siang itu kami sampai di sana dan beristirahat makan, dan mengisi air minum. Rencana kami ingin muncak pada hari itu juga, tetapi keaadan kurang memungkinkan karena jika kita muncak siang kita tidak dapat apa-apa. Tepaksa harus besok. Berangkatlah kami untuk ngecamp di daerah dekat kawah yaitu di Pos Penimbangan Atas. Yang jadi masalah kali ini adalah yang cewek terutama Lintang dia sudah putus asa dilihat-lihat. Sempet dia tertinggal di belakang, ya Ampun. Setelah bersabar dan berjalan pelan-pelan  akhirnya nongol juga Pos Penimbangan itu dan saya yang menginjakkan pertama kali disana. Hahaha… disusul Derry, dan Dinda. Lainnya di belakang cek belakangnya.
            Waktu kami sampai disana sekitaran jam 3 sore suasana disambut dengan dingin dan kabut yang mulai turun. Di Pos itu kami sempat di ajak menghangat oleh seorng pemikul blerang bernama mas Antonio Cassanova beliau ternyata bisa banyak bahasa mulai perancis, germany, inggris, jawa, Madura, dan bali ya ampun... 
Dan akhirnya kami pun ngecamp didaerah Pos tersebut. Pembagian kerja kami lakukan agar persiapan malam hari lancar, mulai dari membangun tenda, memasak nasi, mie, serta sereal hangat. Bagian masak yang mengurusi cewek tapi ada koki yang cowok bernama ipung si tukang ngabiskan bahan bakar. apa-apa di bakar, apa-apa dimasak padahal tadi sudah, belom lagi kecerobohannya minta ampun yang numpahin sereal ngerusak kompor dsb. Setelah selesai mengisi perut kami pun bersiap untuk tidur dan istirahat di dalam tenda. Sore itu seperti sudah malam padahal masih jam 4 sore, sangking pekatnya kabut cahaya matahari tidak bisa nembus, ckckckck…
            
House Of The Sumpek

Tidurlah kami bertujuh dengan melipat-lipat tubuh karena kedinginan. Tapi sebenernya tidak bisa tidur seh, dingin!!. Ya sudah kami bercengkrama dan bersenda gurau sampai larut dan tertidur. Sekitaran jam 9 malam kami kembali bangun udara semakin mematikan tidak bisa diajak kompromi. Sampai-sampai ipung tak tahan dingin sampai ingin buang air besar. Yasudah saya menemaninya di malam yang dingin sambil melihat pemandangan kota banyuwangi yang gemerlap. Disusul Derry kami bertiga cangkruan di luar ngobrol-ng obrol sambil ngeteh dan ngemil. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, pagi jam 4.30. para turis-turis yang di bawah pun sudah naik. Kami pun langsung membereskan barang-barang dan bergegas untuk berangkat menuju kawah. Bersama mas Antonio cassanova kami berangkat menembus udara pagi yang beku, candaan khasnya membuat kami bersemangat, “Sunrise=Cangkarok”. Kata-kata itu yang terus menjadi bahan lawakan kami dan mas Antonio. Tak lama, kami sampai di kawah yang masih tertutupi kabut tebal. Derry dan ipung nyampek duluan. sementara saya, ilham, dan dadika bingung karena kami ingat kalau yang cewek tertinggal di belakang. Tapi untunglah mereka berdua nongol kembali. Di kawah kami melihat mas Antonio berbicara dengan seorng turis perancis, membuat kami tidak percaya dan kagum, sungguh hebat.
perjuangan sang pemikul belerang

            Di kawah kami tambah kagum lagi ketika melihat keindahannya, sungguh terbayar dengan capek yang kami dapatkan. Belum lagi kejadian erupsi yang sempat dua kali kami dengar, menjadi moment yang paling keren yang kami alami. Di puncak itulah saya membeli berbagai souvenir unik (*for someone) yang terbuat dari belerang dari seorang pemikul yang baru naik dari dasar kawah. Setelah puas foto-fotoan langsunglah kami pulang ke Pal Tuding dan menunggu jemputan mobil saudaranya Ilham (Alhamdulillah gak jalan lagi). Setibanya disana ternyata beruntungnya kami, mobil itu datang tepat waktu. Langsunglah kami diantar berjalan-jalan mulai ke air terjun sampai ke pemandian air panas untuk refleksi. Waaah nikmatnya…
            Sorenya setelah beristirahat kami kecuali saya dan ilham memutuskan untuk pulang hari itu juga karena berbagai kepentingan. Mereka pulang sekitar jam 4 sore meninggalkan saya dan ilham sendiri di Kali Gedang.. kami berdua akhirnya menyusul pulang Kamis pagi.

0 komentar :

Poskan Komentar

FOLLOW INSTAGRAM

Instagram

About me

Foto Saya
Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Hanya seorang insan yang gemar bertualang, dan ingin berbagi cerita tentang pengalaman indahnya menjelajahi pelosok negeri ini

Entri Populer