Sabtu, 25 Juni 2011

Argopuro Expedition (Mystical Secrets of the Jungle)

Kembali lagi teman-teman sekalian bersama saya Okta Hariadi Pradana dalam petualanganku kali ini yaitu menembus belantara Argopuro “Mystical Secrets Of The Jungle”. Mengapa saya memberikan embel-embel title seperti itu? Hehehe…akan saya jelaskan terlebih dulu nih ya? Begini gan, Argopuro selain menyimpan sejuta pesona keindahan alamnya ternyata juga menyimpan nilai mistis yang patut kita ketahui. Mitos-mitos tentang keberadaan Dewi Rengganis yang katanya nih merupakan penunggu daripada gunung argopuro, dan barang siapa yang dengan sengaja mengambil barang atau merusak keadaan alam di sana bakalan tersesat dan tidak akan menemukan jalan keluar untuk pulang. Jadi perlu di perhatikan bener-bener nih bagi para pendaki yang notabenenya belum berpengalaman dalam medan gunung yang terkenal dengan jalur pendakian terpanjang se-Jawa ini. Soalnya dalam petualangan ini saya sudah mengalami beberapa peristiwa mistis, dan menurut cerita para pendaki terdahulu yang pernah melihat sosok dari Dewi Rengganis, sempat ada yang kesurupan dan sebagainya. Boleh percaya atau tidak gan, tapi yang terpenting saya ingetin jangan coba-coba ngerusak atau ngambil sesuatu. Yah buat jaga-jagalah biar gak terjadi sesuatu yang tidak kita diinginkan.
Oke, mari kita simak kisah petualanganku yang menyenangkan sekalian menyengsarakan ini. Hahaha…
Kisah saya mulai dari 8 jam sebelum keberangkatan tepatnya pukul 22.00 WIB [18 Juni 2011], yaitu di basecamp PAFF (Pecinta Alam Flora Fauna) setelah semuanya pulang, selesai dari Packing barang-barang, hanya aku, Deby dan Ilham yang gak pulang ntah kenapa kami malah asyik-asyikan mendengarkan lagu bertemakan Adventure yang disertai tarian konyol ala ilham, sepanjang malam kami tertawa melihat tarian “erotis” ilham sampai perut ini keram overdosis karena tertawa. Hahaha...setelah puas kami bertiga pulang ke rumahku yang kebetulan kosong ditinggal ortu pada mudik ke Bandung. Malam itu serasa tak ada beban sedikitpun bahkan kami tidak terlalu memikirkan kalau kami besok itu sudah berangkat ke Argo.. eh, malah santai dengerin lagu sambil canda-candaan sampai larut. Besok paginya kesiangan deh, udah gak mikirin mandi dan sarapan, segelas teh manis menjadi asupan energi pertama kami. Langsung saja kunci pintu, matikan Pam, hidupkan lampu, n’gembok pagar depan, pasang sepatu dan langsung saja kami berjalan menuju sekolah. Suasana rame mewarnai basecamp semuanya sibuk, mulai dari mengurusi pembagian penempatan bahan makanan sampai peralatan masak. Setelah semuanya beres kami Apel di Lapangan depan sekolah untuk meresmikan kegiatan tahunan PAFF SMADA yaitu Ekspedisi Gunung Argopuro.
-->

19 Juni 2011
Kami mulai berangkat setelah selesai berdoa, dengan truck mini pengangkut sapi. Semua tampak ceria dalam keberangkatan kala itu. Perjalanan darat ini berakhir di desa Baderan yaitu titik nol dari pendakian argopuro. Barang-barang kami turunkan, carier yang beratnya mintak ampun merupakan teman kami yang selalu setia ada di punggung sepanjang perjalanan…duh!. Setelah sarapan di warung terdekat (maklum gak sarapan) kami langsung menuju ke KSDA Baderan untuk sekali lagi di data.
MAKADAM STREETS, “jalanan paling mengerikan sekaligus menyehatkan”. Jalanan buruk yang memiliki trek cukup panjang ini memiliki jalur yang mengitari gunung berkali-kali dan menanjak. Kenapa menyehatkan? Karena kaki serasa terpijat dengan tajamnya batu kali! Berjam-jam kami melewati jalanan buruk itu tetapi pemandangan indah menemani seakan menjadi penawar rasa sakit kaki kami. Deretan bukit yang hijau dan terhiasi air terjun menjadi hal yang menyegarkan mata. Mantabs! Akhirnya setelah lolos dari jalanan Makadam itu kami beralih ke trek tanah dan mulai masuk ke pedalaman Argo. Maklum lah kami semua pemula, trek Argo yang terkenal puanjang membuat kami sering kelelahan, sampai-sampai teman kami yang bernama Ogan tertinggal di paling belakang karena kakinya keram.
-->
MATA AIR 1, merupakan pemberhentian kami yang pertama, disana kami membuat Camp untuk beristirahat semalam. Membuat tenda dengan kapasitas sekitar 20 orang tidaklah mudah disamping lahan yang sempit. Terpaksa deh, kami dempet-dempetan tidur bagai ikan pindang. Memang begilah gak enaknya di tenda kami. Di banding dengan tenda cewek tenda kami terbilang sangat kumuh dan memperihatinkan. Belum lagi udara dingin yang terus masuk kedalam membuat kami susah untuk tidur [terutama yang gak pake Sleeping Bed]. Pagi menyambut, hangatnya mentari melelehkan tubuh kami yang beku gak karuan, setelah membasuh muka dan mengambil beberapa botol air di sumber. Kami pun masak untuk sarapan. Setelah itu langsung membereskan semuanya dan berangkat kembali menuju tujuan kami yaitu Padang Savana Cikasur sejauh 13 Km.










-->
20 Juni 2011
Lagi-lagi lelah menjadi musuh terberat kami, dan akhirnya kelompok  jadi banyak yang terpencar, karena sebagian yang kelelahan tidak bisa mengejar teman-teman yang kondisi staminanya kuat. Yah, disini lah ego dalam diri kita muncul, tiap individu ingin cepat-cepat sampai di tujuan dan istirahat tanpa melihat temannya dibelakang. 4 orang sudah berada jauh di depan ngilang dan tak terkejar sementara saya dalam kelompok tengah yang terdiri dari saya, ilham PAFF, Jaka, Ryan, Derry, Faqih, dan Mang. Kala lesu dan capek beserta meso-meso ria kami tidak sedikit pun merasa putus semangat. Team Badak! Ntah saya lupa dari mana nama itu muncul, awalnya berasal dari candaan kami dan langsung dijadikan nama team kami ber-7 yang mana menjadi penyemangat dan membuat kami berjalan bagai badak yang tangguh tak kenal lelah [heleh Alay].
ALUN-ALUN KECIL, nah ini nih saat kami melihat alun-alun kecil semangat kami semakin membara tak pernah rasanya melihat padang savanna kuning yang begitu indah berselimut kabut tipis itu. Berlarilah kami tanpa menghiraukan berat Carier yang menyiksa itu. Bruok…brok..brok…suara sepatu dan langkahan kaki kami yang udah hampir coplak meramaikan jalan setapak yang menurun. Di bawah tampak sepohon cemara yang berdiri tegak tepat di tengah-tengah padang savanna begitu indah bagai di dunia mimpi gan! (alay maneh). Kami beristirahat di bawah cemara itu sambil menunggu kelompok yang tertinggal di belakang. Setelah melepas penat cukup lama kami semua berangkat kembali. Dan setelah beberapa jam kemudian aroma padang savanna Cikasur pun mulai tampak, hamparan luas rumput kering kuning serta sungai jernih membuat mata, kaki, dan bagian tubuh lain serasa di-Refresh. Fiuh akhirnya sampai juga di Cikasur. Tampak dari jauh tenda biru milik kelompok yang ada paling depan berdiri, kami pun langsung mempercepat langkah menuju kesana. Selesai membuat tenda dan masak untuk makan malam, saya, Jaka dan Ryan mengambil beberapa kayu bakar di Hutan untuk membuat perapian bayangkan aja dinginnya malem hari di Cikasur bisa sampe 3 derajat bagi kita semua yang orang kota pasti bakalan gak akan kuat.

anget-anget di pagi yang dingin



-->
21 Juni 2011
Setelah melewati malam pertama di Cikasur yang super “seger” kami bangun dengan wajah mengerikan wajarlah dingin, tidur dempet-dempetan, manalagi ada yang ngorok mana bisa tidur lelap? Sudahlah kami semua khususnya para cowok turun kesungai untuk mengambil air dan sayur Arnong yang berada di pinggiran sungai. kampret! Airnya dingin coy! Tangan beku dan mati rasa bahkan dibakar pun gak terasa apa-apa. Setelah semua selesai sarapan kami semua bersiap untuk menuju puncak Rengganis dengan mengurangi beban bawaan dan membawa beberapa tas kami semua berangkat, kecuali Ogan dia jaga Camp. Perjalanan menuju puncak sama halnya jalan dari mata air 1 menuju cikasur jauhnya minta ampun gan. Meski gak bawa beban yang berat tetep aja capek. Tetapi deretan Hutan Edelweis menjadi daya tarik tersendiri dalam perjalanan ini. Bayangkan aja bunga abadi yang langka ini ada di depan mata kami. Dan sampailah kami di pemberhentian pertama yaitu Cisentor di sini kami melakukan Analisa air sungai yang nantinya akan di uji di sekolah, sekaligus kita istirahat dulu di cisentor. Selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan menuju rawa Embik yang merupakan sumber air terakhir menuju puncak.




Analisa Air




jam 15.00 WIB kami semua sampai di puncak Rengganis. pemandangan yang menakjubkan sekali lagi menghipnotis kami, melihat kalau puncak itu ternyata berada di atas awan. sungguh seperti berada di kahyangan waduh....Subhanallah..setelah selesai berdoa di makam dewi Rengganis dan foto-fotoan kami pun turun kembali ke Cikasur. perjalanan turun tidaklah mudah gan, kami semua sempat kesusahan melewati hutan dalam keadaan gelap serta dingin. dan sempat pula kesasar ckckckck....suasana mistis pun mulai muncul ketika kami turun ke sebuah Savana yang katanya pendaki di sebut Pasar Setan, di beri nama seperti itu karena tiap menjelang petang hari suara-suara gaduh seperti keadaan di pasar terdengar, dan beberapa pendaki sempat mendengar termasuk saya. sampai akhirnya kami semua kembali lagi ke Camp sekitaran jam 23.00 WIB dengan keadaan payah dan kedinginan salah seorang dari kami jatuh pingsan, untungnya sudah deket Camp kalau gak hadoooh...
di Camp kami langsung tidur, tidak mikirin apa-apa lagi yang penting tidur dan tidur. kami pulang keesokan harinya sekitaran jam 10.00 pagi dengan keadaan sehat. Tapi selanjutnya dalam perjalanan pulang kembali ke Desa Baderan yah seperti biasa kaki kami semua coplak! yah demikian kisah petualangan saya di Argopuro yang menyenangkan sekaligus menyengsarakan. Wassalam....

0 komentar :

Poskan Komentar

FOLLOW INSTAGRAM

Instagram

About me

Foto Saya
Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Hanya seorang insan yang gemar bertualang, dan ingin berbagi cerita tentang pengalaman indahnya menjelajahi pelosok negeri ini

Entri Populer