Minggu, 09 Oktober 2011

The Legend of Seven Peoples (Bloody Mountain)

Jaket Pertama Saya Dalam Pendakian Gunung 2 tahun lalu

Masi ingat cerita 2 tahun lalu tentang seven peoples. The Mountain of the dead? penaklukan puncak gunung paling banyol dan ekstreme di Bondowoso... yah, itu lah kisah masa-masa muda kami. di cerita ini, saya akan menelusuri kembali jalan 2 tahun pendakian ke puncak kami kala itu, untuk tempat yang pasti tetap lah... sebelah baratnya pancoran, hanya saja kami yang semula bertujuh kini tinggal berdua, saya dan cis plus di tambah Kak Pre. pendakian ini hanyalah iseng-iseng saya dan cis  yang pengen bernostalgia semasa muda dulu. dan kami ingin memastikan botol yang berisikan lembaran nama-nama kami bertujuh di puncak masih ada. seperti biasa perbekalan tidak di menej sebagus mungkin kami hanya berbekal air dan makanan ringan seperti 2 tahun lalu..hahaha.
Kak Pre n Cis
keberangkatan di mulai di rumah Kak pre, eh, disaat kami sudah benar-benar siap kak pre malah belum bangun, terpaksa saya dan cis menunggu. setelah beberapa jam kami ber-3 berangkat, kali ini tidak berjalan kaki menuju desa tempat kami bertujuh dulu singgah. dengan motor kami melewati pedesaan yang notabene jalannya rusak selain itu kami harus melewati sungai dan pematang sawah. ancur-ancur noh motor... setelah sampai di Rumah Pak Ir, kami menitipkan sepeda disana, dan mulai berangkat dengan berjalan kaki.
belum setengah perjalanan tepatnya disaat kami melewati hutan bamboo Kak Pre dengan kelongorannya menginjak bambu yang runcing, jelas saja bambu yang baru di tebas itu tersamarkan dengan dedaunan siapapun yang gak hati-hati bakalan ketusuk deh... yah, perjalanan sedikit terhambat berkat luka yang di derita kak Pre, lukanya cukup dalam darah terus mengucur, tapi untunglah dia dulu adalah anak PMR jadi gak perlu khawatir apa-apa yang harus dia lakukan. saya dan cis berusaha mencari kain untuk membalut kaki kak Pre, alhasil kami menemukan sarung Petani jagung, sobek..sobek..lalu kabur. beristirahatlah kami di sebuah pondok sambil menunggu kak pre baikan, eh..kami gak tau kalau di dekat podok itu ada anjing, serentak kami kaget... anehnya si anjing gak bereaksi apa-apa, dengan muka inosen si anjing melihat kami. ternyata jinak coy, syukur....setelah lebih sejam kami menunggu akhirnya Kak Pre mamaksa untuk meneruskan perjalanan, semula kami memberikan dua pilihan pulang atau terus tapi kak Pre memilih terus. ya sudah dengan pelan-pelan kami melanjutkan perjalanan.
cuaca sangat panas, kami seringkali dehidrasi. tetapi pemandangan gunung Piramid menyejukkan kami 2 tahun berlalu tidak ada yang berubah dari gunung itu, Burung elang pun kembali menyambut kami seperti waktu itu. sampai akhirnya perjalanan tidak bisa dilanjutkan lagi, keadaan kaki kak Pre yang mulai parah sudah tidak bisa dipaksakan. kami kembali pulang. padahal puncak sudah di depan mata, tapi kami hanya sampai di Pohon Besar saja. perjalanan pulang terbilang cukup cepat maklum turun-turunan. kami pulang dengan selamat dan kak Pre dapat bernafas lega setelah sampai dirumah. perjalanan yang melelahkan meski tidak sampai puncak kami tetap merasa senang. dilain waktu kami akan kembali untuk melihat sejarah kami di puncak sana.....
Elang Gunung 2 Tahun lalu masih ada

Anjing!!!

0 komentar :

Poskan Komentar

FOLLOW INSTAGRAM

Instagram

About me

Foto Saya
Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Hanya seorang insan yang gemar bertualang, dan ingin berbagi cerita tentang pengalaman indahnya menjelajahi pelosok negeri ini

Entri Populer