Kamis, 22 Agustus 2013

17 Agustus 2013 : Kibaran Bendera Merah Putih di Puncak Seven People

Dirgahayu Indonesiaku. semangat nasionalisme masih tertanam dalam diri kita, seluruh nusantara tengah bersuka cita merayakan hari kemerdekaan yang ke 68 ini. corak merah putih menghiasi setiap sudut rumah jalan raya dan pusat kota sang merah putih berkibar dengan eloknya.

Nah, tepat di hari kemerdekaan Indonesia yang ke 68 ini petualangan serasa semakin seru, jiwa nasionalisme semakin membara banyak yang ingin mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung atau spot spot yang menantang lainnya, kali ini ane dan teman-teman melakukan pendakian ke Puncak Seven People. bagi yang gak tahu Puncak Seven People nih baca artikel ane yang ini nih Mountain of The Dead (Diary of Seven People) muka ane udah banyak berubah gan.. -__- pendakian pertama itu sudah 4 tahun yang lalu.

Ane saat ini (2013)

ini Ane masih kecil dulu (2009-2010)

Pendakian dalam rangka hari kemerdekaan ini, kami berangggotakan 5 orang dan 3 diantaranya adalah pendaki Seven People dulu yakni Ane, Cis dan Gea. 2 pendaki baru adalah Tapen dan Dinang. setelah sekian lama tak mengunjungi puncak gunung tersebut ternyata tidak banyak perubahan. medan yang cukup menantang dan kering masih kami rasakan. Semangat nasionalisme yang masih membara membuat kami pantang menyerah untuk menaklukan sekali lagi gunung tersebut. Pendakian di mulai sekitar pukul 9 pagi, perjalanan ke puncak sekitar 6 jam. Banyak hal yang tak terduga mulai dari kurangnya peralatan masak, bahan bakar, dan juga logistik. Belum lagi banyak diantara Anggota yang keram pada kaki (mungkin faktor usia -__-).

Syukur alhamdulillah kami sampai di puncak sekitar jam setengah 2 siang, seungguh bahagianya dapat mencapai puncak itu lagi. Langsung saja bendera merah putih kami kibarkan dengan bangganya.




Kali ini kami tidak langsung turun ketika sampai di puncak, kami  memilih untuk menginap semalam. berharap bisa melihat kota Bondowoso di malam hari dan melihat Sunrise. tenda yang kami dirikan lumayan ekstrim (jangan di contoh -___-) kami mendirikannya di tepian jurang, dikarenakan tempat lapang di puncak tidaklah luas alhasil beginilah tenda kami.

memang menakutkan dan susah untuk tidur (takut gelundung ke bawah) belum lagi terpaan angin gunung yang waktu itu sangat ganas. tapi kami bersyukur dalam segala keterbatasan ini kami di tuntut untuk lebih kreatif dan optimis. kami memang tidak bawa peralatan masak yang memadai dalam situasi seperti ini kami menggunakan bambu untuk memanaskan air sungguh benar-benar survival.

setelah berjuang bermalam di puncak. inilah saatnya kami membuka hadiah yang kami tunggu-tunggu. SUNRISE!!
Subhanallah betapa indahnya karunia-Nya



Ini merupakan petualangan yang sangat menyenangkan di kala libur kuliah ane.. :D haha

1 komentar :

FOLLOW INSTAGRAM

Instagram

About me

Foto Saya
Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Hanya seorang insan yang gemar bertualang, dan ingin berbagi cerita tentang pengalaman indahnya menjelajahi pelosok negeri ini

Entri Populer